This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Naturalisasi pemain TIMNAS Indonesia

salah satu pemain Naturalisasi di TIMNAS Indonesia
Salah satu pemain Naturalisasi di TIMNAS Indonesia Bangsa kita ini memang terkesan maunya cepet-cepet menyelesaikan masalah tanpa memandang dampak dari tindakan yang di lakukan terhadap moral dan kelanjutan dari masalah tersebut. 
Sebut saja masalah naturalisasi dalam persepakbolaan kita. Selama ini mungkin ditelinga kita yang terdengar hanyalah naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI terhadap pemain asing yang berlaga di Indonesia. Apakah naturalisasi itu? Naturalisasi adalah Suatu proses, cara atau perbuatan mewarganegarakan seseorang. Adapun syarat-syarat, ketentuan, dan prosedur yang harus dilakuakan apabila seseorang WNA ingin menjadi seseorang Warga Negara Indonesia yang sah dan diakui secara hukum. Tetapi hal tersebut tidak mutlak, ada asas Kepentingan Nasional yang dapat dilakukan pemerintah kepada WNA untuk dijadikan sebagai WNI dengan syarat keturunan darah asli Warga Negara Indonesia yang bertujuan untuk kepentingan Nasional dan tujuan cita-cita Bangsa Indonesia tanpa harus memenuhi prosedur naturalisasi yang telah ditentukan. Seperti halnya naturalisasi terhadap Irfan Bachdim, salah satu pemain Naturalisasi TIMNAS yang memiliki kewarganegaraan ganda Belanda-Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang bertujuan agar dapat memperkuat TIMNAS Indonesia dan memajukan sepak bola dalam negeri. Pemerintah Indonesia menyatakan keinginannya untuk menaturalisasi pemain-pemain Belanda keturunan Indonesia agar dapat memperkuat timnas dan memajukan sepak bola dalam negeri. Hal ini membuat kemudahan bagi para pemain sepakbola yang memiliki keturunan Belanda-Indonesia untuk menjadi WNI serta memuluskan jalan pemain-pemain keturunan tersebut untuk langsung dinaturalisasi tanpa harus memenuhi persyaratan masa tinggal. 
Tapi jika sistem naturalisasi adalah sebagai salah satu kerja keras mungkin kita selanjutnya akan melihat seperti apa buruknya dari dampak tersebut yang akan terjadi di kemudian hari. Pertama masalah moral. Kedua masalah pembibitan yang terhenti karena negara kita sepertinya hanya akan kena candunya sementara potensi-potensi dari 200 juta jiwa penduduk kita dibiarkan tanpa ada tindakan nyata. Ketiga rasa percaya diri yang dimana sangat jelas sekali bahwa negara kita belum yakin sepenuhnya kepada kekuatan sendiri. Nampak jelas negara atau orang-orang atas lebih percaya kepada segala sesuatu yang berbau luar negeri. sekalipun di indonesia terdapat sepuluh orang ronaldo, belum tentu negara kita menemukan dimana orang yang bertalenta seperti itu berada, karena yaitu tadi negara kita itu tak mau repot-repot mencari ronaldo yang tersembunyi yang mungkin adanya di pegunungan atau di lembah-lembah. 
Proses Naturalisasi ini terutama terhadap pemain TIMNAS Indonesia merupakan sikap putus asa dan kegagalan dalam program pembinaan atau regenerasi pemain asli Indonesia. Hal ini juga menunjukkan kegagalan sistem kompetisi sepakbola tanah air yang kurang bisa menciptakan pemain berbakat. Selain adanya Naturalisasi dianggap sama halnya jalan pintas untuk mencari prestasi, namun mengesampingkan proses pemajuan sepakbola.

Rabu, 09 Oktober 2013

KASUS SYIAH DI SAMPANG

Kronologis kasus kekerasan atas warga Syiah di Sampang, Madura. Pada sekitar pukul 6.30 WIB, sejumlah anak-anak warga syiah dengan didampingi orang tuanya akan pergi keluar desa dengan tujuan ke beberapa tempat. Di antara ada yang akan bersilaturahmi ke keluarga yang ada di luar Omben, dan beberapa yang lain akan berangkat ke luar kota untuk masuk sekolah dan pesantren mengingat libur lebaran sudah usai. Ketika rombongan anak-anak warga syiah dan orang tuanya, hendak menaikki dua buah mobil sewaan, puluhan lelaki dewasa dari warga non Syiah, dengan membawa senjata tajam mendatangi mereka dan melarang mereka meninggalkan desa. Bahkan mobil yang akan mereka tumpangi diancam akan dibakar dan mereka di paksa pulang ke rumah masing-masing. Mereka brusaha melawan. namun, akhirnya warga syiah kembali ke rumah mereka masing-masing Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan warga non syiah yang mengancam akan menyerang warga syiah. Dan tersiar kabar bahwa mereka akan menyerang dan membakar semua rumah warga syiah, bagi yang melawan akan dibunuh. Dan serangan akan dimulai dari rumah Ustad Tajul Muluk, yang saat itu ditempati oleh ibu, istri, dan 5 orang anak-anaknya. Pada sekitar pukul 9.30 WIB, sekitar 20-an orang lelaki dewasa dari warga syiah berkumpul di rumah Ust. Tajul bersiap untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang tinggal di rumah itu dari serangan warga non syiah.
Pada sekitar pukul 10.30, warga non syiah bergerak mengepung rumah Ust. Tajul. Tidak berselang lama terjadilah perang mulut di antara mereka yang dilanjutkan dengan saling lempar batu. Saat kondisi sedang memanas, salah satu warga syiah, Moch Chosim (50), yang biasa dipanggil Pak Hamama berusaha menenangkan massa. Lelaki tua ini maju ke tengah-tengah massa non syiah yang akan menyerang mereka namun maksud baiknya justru memicu amarah massa. 
Massa semakin beringas. Ratusan massa beramai-ramai melempari rumah Tajul dengan batu. Semua orang yang berada dalam rumah itu terkena lemparan batu. Akhirnya keluarga Ust. Tajul dan warga syiah yang terkepung itu tidak lagi melawan dan membawa kerabat mereka yang luka-luka dan meninggal ke Gedung SD Karang Gayam yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah itu. 
Beberapa perwakilan dari Warga Syiah telah melaporkan situasi ini ke beberapa petugas Polisi. Setelah massa non syiah membakar rumah yang didiami istri, ibu, dan anak-anak Ust., Tajul, sekitar pukul 11.30 WIB massa mulai bergerak membakar satu demi satu rumah warga syiah. Pada sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan petugas polisi datang ke lokasi dan memberikan pertolongan kepada sejumlah warga syiah yang terluka. Akan tetapi jumlah polisi sangat tidak memadai untuk mencegah dan melarang massa melakukan pembakaran rumah-rumah warga syiah. 
Sampai dengan maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB, jumlah rumah yang dibakar berjumlah setidaknya 60 unit bangunan milik warga syiah. Aparat kepolisian tidak berdaya mencegah hal ini terjadi. Pada sekitar setelah maghrib, yaitu pukul 18.30 WIB sejumlah warga syiah dievakuasi oleh pihak kepolisian di Gedung Olahraga Sampang. Sedang ratusan warga syiah yang lain berlari bersembunyi ke hutan dan persawahan yang berada di sekitar rumah mereka. Total data warga syiah yang dievakuasi ke Gor Sampang adalah 51 orang laki-laki dewasa dan 56 orang perempuan dewasa. 
Negara kita adalah negara kesatuan. Beberapa sebelumnya kita dengar masih ada ketegangan dan konflik yang terjadi. belum lama saudara dari Madura, ada sebuah konflik benturan intra agama, sesama umat Islam yang ada di Madura Kasus ini sangat memalukan dan membuat nama bangsa indonesia tercoreng. Padahal, selama ini warga Indonesia dikenal dengan perilakunya yang baik. Bahkan, di Madura khususnya Sampang, banyak warga Nahdlatul Ulama. NU mengajarkan prinsip-prinsip tasamuh dan tidak ada ajaran mengusir. Masalah pengusiran paksa warga Syiah ini menjadi citra yang buruk bagi warga di Indonesia terutama muslim. Terlebih lagi, jika sampai didengar sampai di luar negeri, tentunya akan menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa yang kurang toleransi terhadap perbedaan aliran. Tidak hanya itu kemungkinan juga negara-negara luar lainnya tidak akan membiarkan warga negaraya pergi ke indonesia, mereka takut akan terjadi hal yang sama terhadap warga negara mereka, dan itu membuat kas negara menjadi berkurang.

Kamis, 03 Oktober 2013

Kisah Sukses Timnas U-19

Kisah Sukses Timnas U-19

Perjalanan tim nasional Indonesia U-19 menempuh final Piala AFF U-19 2013 bukanlah tanpa aral melintang. Pasang surut mental pemain menjadi pekerjaan berat yang harus diatasi tim pelatih. Evan Dimas dan kawan-kawan memang memulai langkah dengan meyakinkan. Mereka sukses menghajar Brunei Darussalam dengan skor telak lima gol tanpa balas pada laga perdana Grup B. Tiga poin pun kembali diraih ketika melawan Myanmar pada laga kedua. Kemenangan 2-1 atas Myanmar membawa Indonesia ke puncak klasemen. Namun, dua kemenangan beruntun itu tak berlanjut. Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan kekalahan tipis 1-2. Kekalahan yang membuat mental pemain menurun hingga akhirnya harus menjalani hidup mati melawan Malaysia pada laga pamungkas, meskipun ebih dulu mengantongi kemenangan 3-1 atas Thailand. "Selain hal teknis, kerja berat yang harus dilakukan tim pelatih adalah menjaga dan membangkitkan mental pemain," kata Indra ketika berbincang dengan Republika di The Sun Hotel, Sidoarjo. Melawan Malaysia di Gelora Delta Sidoarjo, 18 September, para suporter timnas sempat dibuat ketar-ketir. Evan Dimas cs tak mampu menunjukkan performa terbaiknya pada babak pertama lantaran kalah mental. Alhasil, Malaysia pun memimpin babak pertama dengan skor tipis 1-0 lewat gol Muhammad Jafri pada menit ke-19. Namun jalannya babak kedua berubah. Indonesia tampil trengginas dan mendominasi permainan. Skuat Garuda Jaya bahkan bisa memetik kemenangan besar andai saja sejumlah peluang emas bisa dimaksimalkan. Tetapi, gol penyeimbang Ilham Udin pada menit ke-53 sudah cukup membawa Indonesia ke semifinal. Indra Sjafri membeberkan salah satu kunci keberhasilan timnya adalah dengan memberikan terapi kejut melalui kalimat-kalimat pelecut motivasi kepada pemain. Hal itu terbukti ampuh pada laga melawan Malaysia dan Timor Leste. "Saat melawan Malaysia, di ruang ganti pemain saya memotivasi pemain dengan menyentuh hati mereka ketika kami tertinggal 0-1," ujar Indra. "Kalian harus membahagikan orang tua kalian. Jangan membuat mereka menangis. Kalahkan Malaysia". Demikian Indra berpesan kepada anak-anak asuhnya kala itu. "Setelah mendengar ucapan itu mereka sontak berteriak seperti macan. Hasilnya, kita bisa lihat sendiri. Anak-anak tak memberi ampun kepada Malaysia . Untung saja Malaysia masih diselamatkan Tuhan karena kami hanya mampu mencetak satu gol di babak kedua," ungkapnya. Terapi kejut itu juga yang sukses membuat mental Evan Dimas cs begitu kuat ketika melawan Timor Leste. Indra kembali menyuntikkan motivasi sebelum pertandingan. "Kalimat saya kali ini adalah berpesan kepada pemain bahwa mereka bisa mensejahterakan orang tua apabila bisa menembus final dan menjadi juara," Indra membeberkan. Hasilnya pun sangat impresif. Melawan Timor Leste, Indonesia tampil dominan sepanjang pertandingan. Skuat Garuda Jaya memetik kemenangan dua gol tanpa balas lewat gol Ilham Udin dan Muhammad Hargianto. Saya menaruh simpati besar terhadap Timnas Indonesia U-19 kali ini. Timnas muda ini memang memberikan penampilan permainan yang lebih menarik ketimbang Timnas lainnya. Malam itu anak asuh Indra Sjafrie ini akan berlaga di Final Piala AFF U-19. Tak lupa memberikan dukungan doa untuk Timnas ini agar bisa juara, gelar yang tak pernah diberinya untuk Timnas Indonesia. Melawan Vietnam yang tidak pernah kalah selama gelaran piala AFF ini memang berat. Hal itu begitu terasa kala dikalahkan 2-1 dipenyisihan grup. Tim Vietnam saat ini adalah tim yang sudah bersama selama enam tahun dan berlatih di Akademinya Arsenal. Merekapun sudah melakukan latihan meliter selama satu bulan, dengan demikian mental pemainpun sudah terbentuk kuat. Maka tidaklah heran, pelatih Vietnam begitu optimis bisa menjuarai Piala AFF kali ini, dan berjanji main habis-habisan untuk menghabisi Indonesia. Namun, Timnas Indonesia juga tak kalah semangatnya. Dengan semangat ‘45 skuad garuda yakin akan membuat revans lawan Vietnam di Final. Skuad garudapun sudah tahu apa yang akan dilakukan. Karena, ketika Indra sjafrie bertanya kepada timnya, siapa pemain yang berbahaya di tim Vietnam? pemainnya menjawab: “pemain yang bergerak tanpa bola!” dan hal itu di-amini oleh Indra Sjafrie. Oleh karenanya dia percaya dengan dukungan dan doa seluruh publik Sepakbola Indonesia, kita bisa meraih juara kali ini! Kalo kita juara, maka tidak ada salahnya Timnas Indonesia U-19 ini gantikan Timnas Senior. Iya kan ?