This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 26 Desember 2013

Bukan jati pohon tapi jati diri


M. Zamzami lahir di pulau Jawa 27 Mei 1994, Zamzami sendiri merupakan anak ketiga dari pasangan Abd Hadi dan Nur Syifa’. Ia dilahirkan di rumah sakit di Sidoarjo, ia tinggal di sebuah desa di Sidoarjo perbatasan dengan kota Pasuruan. Walaupun bernama desa namun masih terasa seperti kota walaupun jauh dari pusat kota. Karena harga makanan di sana hamper seperti di kota.
Nama M. Zamzami merupakan nama pemberian dari kedua orang tuanya. Nama tersebut diambil dari sebuah nama mata air di kota suci Makkah. Dikarenakan pada saat itu juga sedang ada pemulangan jamaah haji dari Makkah, maka orang tuanya member nama Zamzam di tambah  huruf “I”.
Zamzami kecil bersekolah di sebuah madrasah di desanya, sekolah itu bernama Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul ulama’ disekolah itu ia memulai dari kelas 1 hingga kelas 6, hal yang paling menyedihkan ketika di sekolah itu adalah ketika kepala sekolahnya meninggal, ketika itu ia sedang duduk di bangku kelas 6. Kemudian ia melanjutkan ke tingkat lebih lanjut di sekolah menengah pertama (SMP) yang bernama SMP Avisena, masih di desanya sendiri, setelah dari SMP ia mulai bingung apakah akan melanjutkan ke sekolah Negri atau tetap di desanya dikarenakan di desanya hanya ada sekolah negri yaitu SMK, setelah meminta saran ke kakak - kakaknya ia memutuskan untuk sekolah di luar kota tepatnya di kota Jombang sekoalah yang ia masuki adalah MAN Tambakberas disana ia tinggal di sebuah pondok pesantren, disamping mencari ilmu umum ia juga mencari ilmu agama.  Seperti halnya para remaja ia juga suka begadang sambil minum kopi. Setelah masa SMA telah selesai ia kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi, seperti halnya akan ke SMA ia juga bingung ketika akan melanjutkan studinya, ia mengikuti berbagai seleksi masuk perguruan tinggi negeri dari SNMPTN, SBMPTN dan juga SPMB-PTAIN namun ia di terima melalui jalur SPMB-PTAIN di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sekarang berganti nama UIN Sunan Ampel, ia masuk jurusan PGMI.
            Selain sebagai mahasiswa ia juga seorang penulis artikel berikut ini beberapa judul artikel yang ia buat selama menjadi mahasiswa semester satu di UIN Sunan Ampel tentang ”Perjalanan tim nasional Indonesia U-19, kasus syiah di sampang, naturalisasi pemain timnas, demokrasi dan islam, sidoarjo menuju pendidikan yang lebih baik, ham di papua, foto copy E-KTP dilarang, dan yang baru saja selesai tentang civil society”.
            Rencana pada semester depan ia tidak akan hanya membuat artikel namun juga sebuah cerpen dan bisa juga ia melanjutkan untuk membuat novel. Rencana tersebut di lakukannya sebagai sebuah hobi bagi seorang penulis walaupun ia tak seterkenal Andrea Hirata namun ia akan tetap menulis seperti dirinya sendiri..

Rabu, 25 Desember 2013

civil society


Civil society merupakan suatu alternatif kehidupan  bermasyarakat yang paling beradab, karena semua manusia adalah sama, baik di dalam nilai, hak dan kewajibannya. Salah satu ide penting yang melekat dalam konsep civil society adalah keinginan memperbaiki kualitas hubungan antara masyarakat dengan institusi sosial yang berada pada: sektor publik (pemerintah dan partai politik), sektor swasta (pelaku bisnis) dan sektor sukarela (lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan dan kelompok profesional). Berkiatan dengan upaya penguatan civil society di negeri ini, umat Islam Indonesia sebagai mayoritas menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan, dalam arti bahwa upaya penguatan civil society di Indonesia tidak bisa mengabaikan umat Islam. Bahkan, dalam beberapa hal tertentu bisa dikatakan bahwa keberadaan umat Islam merupakan basis bagi perubahan sosial-politik di Indonesia. Mereka memiliki potensi yang sangat besar dalam menentukan format dan kehidupan politik Indonesia.
Nilai penting yang melekat dalam civil society adalah partisipasi politik atau peran masyarakat sangat diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan publik atau masyarakat dapat mewarnai keputusan publik. Kata kunci untuk memahami konsep civil society adalah adanya kesadaran bahwa masyarakat merupakan mitra pemerintah dalam proses pembangunan, adanya wacana rasional yang berpotensi untuk mempertanyakan pertanggungjawaban negara. Di samping itu juga tersedianya ruang publik sehingga masyarakat dapat secara leluasa mengekspresikan pendapat mereka. Perkenalan Indonesia dengan civil society adalah sebuah proses yang panjang. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia ada dua organisasi keagamaan besar, yaitu Muhammadiyah dan NU, yang lahir sejak masa pra-kemerdekaan. Dan, sejak Indonesia merdeka atau orde lama, dua organisasi tersebut selalu menjadi kekuatan menjembatani antara kepentingan rakyat dan pemerintah.
Peran umat islam dalam mewujudkan masyarakat madani yang paling terlihat terjadi pada masa Abbassiyah. Pada masa itu umat Islam menunjukkan kemajuan di bidang kehidupan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, militer, ekonomi, politik dan kemajuan bidang-bidang lainnya. Umat Islam menjadi kelompok umat terdepan dan terunggul. Nama-nama ilmuwan besar dunia lahir pada masa itu, seperti Ibnu Sina, Ubnu Rusyd, Imam al-Ghazali, al-Farabi, dan yang lain. Posisi dan peran umat islam Indonesia dalam masyarakat madani adalah sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan  pendapatan dan pendidikan, Sebagai kontrol terhadap Negara
Dalam perspektif islam, Cara mewujudkan masyarakat madani adalah a) Membangkitkan semangat islam melalui pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui lembaga ekonomi dan perbankan syariah dan lain-lain. b) Kesadaran untuk maju dan selalu bersikap konsisten terhadap moral atau akhlak islami. c) Menegakkan hukum islam dan ditegakkannya keadilan dengan disertai komitmen yang tinggi. d) Ketulusan ikatan jiwa, sikap yang yakin kepada adanya tujuan hidup yang lebih tinggi daripada pengalaman hidup sehari-hari di dunia ini e) Adanya pengawasan sosial. f) Menegakkan nilai-nilai hubungan sosial yang luhur dan prinsip demokrasi (musyawarah). 

Sabtu, 14 Desember 2013

Foto copy E-KTP dilarang



Pemerintah harus menjelaskan dan menawarkan solusi  untuk mengatasi masalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru yang disebut sebagai E-KTP dan di dalamnya terdapat chip berisi data dasar kependudukan.
Masalahnya, larangan memfotokopi E-KTP, atau mengkopi sekali saja dan selanjutnya mengkopi dari yang pertama bisa menimbulkan banyak masalah. Urusan KTP merupakan urusan dasar bagi setiap warga negara, dan penyelenggara administrasi negara telah bertindak ceroboh atas masalah ini.
KTP akan diperlukan, bahkan pada anak yang baru lahir, karena dia membutuhkan KTP orangtua untuk memperoleh akte kalahiran. Akte ini sangat penting sebagai identitas keberadaannya sebagai manusia dan warga negara. Tanpa itu, anak ini akan menjadi stateless, tanpa kewarga-negaraan.
Sepanjang hidup seseorang tidak pernah lepas dari keperluan identitas kependudukan ini, milik dirinya atau orangtuanya. Demikian juga diperlukan untuk mendapatkan akses pada berbagai pelayanan untuk melindungi hak-haknya, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan.
Pada usia muda, identitas kependudukan ini diperlukan untuk bekerja, menikah, untuk mendapat fasilitas kredit  dan akses pada lembaga keuangan, untuk memperoleh paspor, untuk bekerja. Bahkan ketika seseorang meninggal, kartu identitas ini masih diperlukan untuk berbagai urusan.
Kartu identitas kependudukan ini juga tidak boleh tidak berada di tangan pemiliknya, karena akan diperlukan sewaktu-waktu. Itu sebabnya, untuk urusan lain yang diserahkan adalah kopi dari kartu tersebut. Masalah justru timbul ketika dinyatakan kartu ini tidak bisa dikopi untuk menghindari kerusakan chip. Kalau benar proses mengkopi merusak chip, maka bisa jadi sekarang ada orang yang memegang E-KTP dengan data yang sudah rusak. Dan hal ini menjadi masalah yang lebih luas dan serius bagi pemiliknya.
Teknologi visual dan cetak memang telah berkembang. Warga dapat memfoto KTP tersebut dan mencetaknya. Atau mengkopi dengan cara scanning. Masalahnya, tidak semua warga, bahkan sebagian besar, belum memiliki akses pada teknologi tersebut. Bahkan hasilnya pun tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan, karena hasil foto mudah direkayasa, dan potensial digunakan untuk penipuan. Jangankan KTP, uang yang dicetak dengan teknologi tinggi saja terus-menerus dipalsukan.
Oleh karena itu, masalah KTP ini adalah masalah yang serius. Pemerintah harus menanggapi dengan serius dan mencari solusi. Kalau tidak, situasinya akan menjadi kacau dan banyak hak-hak sipil warga negara dilanggar akibat kecerobohan ini.

Kamis, 28 November 2013

HAM di Papua

Sejak tahun 1969-1984 diperkirakan sekitar 300.000 orang atau sekitar 30 persen penduduk Papua menjadi sasaran operasi militer dan tindak kekerasan lain oleh aparat negara sejak tahun 1969. Sebagian meninggal dunia karena pemboman wilayah (aerial bombardment), yang juga menghancurkan ekologi dan perikehidupan rakyat setempat untuk waktu lama.
Kelaparan, tidak adanya akses kesehatan dan pengejaran terhadap penduduk seringkali terjadi di pedesaan sementara kaum terpelajar menjadi sasaran di kota-kota. Di sini pula kita melihat program Keluarga Berencana (KB) yang dibanggakan oleh Orde Baru sebagai jalan mengontrol kepadatan penduduk justru menjadi cara ampuh untuk menghalangi berkembangnya orang Papua. Konteks Pilkada di kota, kabupaten dan provinsi sangat berpotensi konflik dan seringkali korban berdarah-darah untuk mencapai tujuan politik dan kekuasaan. Pesta demokrasi seharusnya dijalankan sesuai peraturan dan mekanisme yang diatur dan berlaku, namun tidak dapat disangkal money politik menjadi cara ampuh dan sistem kumpul suara menjadi masalah lain yang mewarnai proses pemilukada. Dalam kondisi demikian sosial control masyarakat melalui komunitas indepeden amat dibutuhkan peran aktifnya, demi tegaknya hukum, demokrasi dan hak asasi manusia bagi semua. Utamanya TNI dan Polri seharusnya tetap profesional tidak berbisnis dan berpolitik, sehingga dapat dipercaya publik. Kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di tanah Papua sulit dipecahkan. Pemerintah dianggap tak serius menanggapi kasus tersebut, bahkan terkesan membiarkan, dan pelaku pelanggar melenggang bebas. Dengan tidak tuntasnya kasus demi kasus, sangat mengusik rasa keadilan masyarakat Papua, yang selalu menjadi korban kekerasan. Kasus pelanggaran HAM di Papua selain melibatkan aparat keamanan juga perusahaan besar seperti perusahaan pertambangan PT. Freeport dan perusahaan asing lainnya yang beroperasi di Papua. Akibatnya hak-hak dasar rakyat Papua selalu dirampas, seperti tanah, hutan, dan sumber daya alam lainnya, yang juga berdampak pada kerusakan lingkungan hidup. Pemerintah lebih memperhatikan dan dapat menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang selama ini terjadi di Papua

Sabtu, 16 November 2013

Sidoarjo Menuju Pendidikan Yang Lebih Baik

pendidikan yang memperihatinkan
Otonomi Daerah, banyak orang yang belum paham apa itu otonomi daerah otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan dibentuknya otonomi daerah, pemerintah daerah beserta seluruh lapisan masyarakat yang ada di daerah tersebut diberdayakan secara optimal. Melalui otonomi daerah inilah, daerah diberi kewenangan seluas-luasnya untuk mengelola daerahnya masing-masing, baik dalam mengelola sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tujuan dikeluarkannya kebijakan otonomi daerah adalah memberdayakan masyarakat. Artinya, bahwa setiap anggota masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pembangunan daerahnya masing-masing. Bentuk partisipasi masyarakat dalam mengelola dan membangun daerah sangat beragam sesuai dengan kemampuannya masing-masing, di antaranya dapat berupa membayar pajak tepat pada waktunya, melaksanakan berbagai peraturan daerah dan memberikan berbagai masukan dalam berbagai perumusan kebijakan publik yang akan diberlakukan kepada seluruh masyarakat.
Otonomi Daerah pasti sudah diterapkan di setiap daerah, tidak ketinggalan juga di daerah Sidoarjo. Sidoarjo merupakan kabupaten yang mewakili provinsi Jawa Timur menjadi percobaan otonomi daerah pada tahun 1995 selalu mencoba meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketika Kabupaten Sidoarjo ditunjuk mewakili Propinsi Jawa Timur dalam melakukan uji coba pelaksanaan Otonomi Daerah, sejak itu pulalah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya pelayanan dimaksud antara lain adalah memberikan pelayanan perijinan yang mudah, biaya yang transparan, ketepatan waktu penyelesaian perijinan dan lain-lain.  bukan dalam hal pelayann di bidang perijinan saja pemerintak kabupaten sidoarjo juga melakukan peningkatan di bidang pendidikan.
Sejak diberlakukan pada tahun 2001 pemerintah provinsi Sidoarjo setidaknya sudah meningkatkan layanan internet bagi siwa-siswa di Sidoarjo. Walaupun dulu belum sempurna tapi layanan tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa baik SD, SMP, maupun SMA.
Dalam anggaran pendidikan, memang sekolahan-sekolahan negeri di kabupaten ini belum sepenuhnya gratis karena belum tercapainya anggaran yang ideal sekitar 20 persen dai anggaran pendapatan dan pembelanjaan daerah untuk anggaran pendidikan di kabupaten Sidoarjo ini. Meskipun demikian antusias pemerintah daerah sangatlah tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaen Sidoarjo. Dalam hal ini, yang menjadi perhatian utama pemerintahan daerah adalah prasarana bangunan sekolah-sekolah di kabupaten Sidoarjo.
Bagi siswa-siswa yang kurang mampu sekolah-sekolah dikabupaten Sidoarjo menerapkan BOS  (bantuan operasional sekolah) atau BKM (bantuan keluarga miskin) serta penyilangan biaya. Yang dimaksud penyilangan biaya adalah keluarga yang mampu atau menengah keatas membayar biaya pendidikan lebih mahal. Memang dalam hal ini siswa tidak sepenuhnya bebas biaya pendidikan, hanya mendapat keringanan biaya SPP dan uang gedung dengan hanya membayar SPP dan uang gedung setengah dari yang seharusnya mereka bayar. Tentunya hal ini sangat membantu bagi masyarakat daerah yang kurang mampu. Walau tetap mengeluarkan biaya untuk pendidikan anak-anak mereka setidaknya beban mereka menjadi sedikit lebih ringan dengan membayar hanya seperuh dari biaya yang seharusnya mereka keluarkan untuk biaya pendidikan anak mereka.



Rabu, 13 November 2013

Demokrasi dan Islam

islam dan demokrasi
Islam adalah agama. Sebagai agama, Islam diyakini dan dipahami merupakan seperangkat ketentuan dan aturan (aqidah wa al-syari‟ah) yang bersumber dari Allah Swt. Agama, dalam keseluruhan aspek ajarannya, dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi manusia. Karena ia menjadi panduan bagi kehidupan manusia, berarti ia juga harus menjadi basis bagi semua atau keseluruhan perilaku manusia, yang antara lain meliputi perilaku politik, ekonomi, sosial dan seterusnya
kumpulan ajaran Allah Swt, Islam terkodifikasikan dalam al-Qur‟an. Al-Qur‟an inilah yang kemudian menjadi rujukan perilaku manusia. Tetapi, karena ajaran-ajaran dalam al-Qur‟an memerlukan penjelasan, maka keberadaan Nabi Muhammad Saw., adalah berperan sebagai orang yang menjelaskan al-Qur‟an (mubayyin al-Qur‟an). Nabi Muhammadlah yang kemudian memberikan penjelaskan secara operasional terhadap ajaran-ajaran yang terdapat di dalam al-Qur‟an. Karena itu kemudian, keduanya --al-Qur‟an dan Sunnah-- menjadi rujukan bagi perilaku umat Islam.
Memperhatikan Islam sebagai kumpulan ajaran yang berasal dari Allah Swt., dan kemudian dilembagakan melalui Nabi Muhammad Saw., dapat dikatakan bahwa yang bisa disebut memiliki kemutlakan untuk mengatur manusia di sini adalah Allah. Dalam pandangan ini Allahlah yang memiliki kedaulatan atas manusia. Allahlah (al-Khaliq) yang menentukan segala ketentuan dan aturan untuk sekalian ciptaannya (al-Makhluq), termasuk di dalamnya adalah manusia. Dengan demikian manusia harus tunduk dan patuh kepada semua ketentuan dan aturan Allah ini. Dalam pada itu ketentuan dan aturan yang bersumber dari Allah dipandang memiliki nilai kemutlakan (ultimate). Dengan demikian penilaian atas sesuatu yang dilakukan oleh Islam terhadap perilaku manusia secara pasti dan mutlak telah ditentukan apakah itu termasuk dalam kategori benar atau salah. Ketentuan hukum yang demikian adalah mutlak adanya dan tidak bisa dirubah dan akan berlaku sepanjang kehidupan manusia.
Di pihak lain dikenal adanya faham tentang „demokrasi‟. Menurut kamus, demokrasi adalah „pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat dan dijalankan langsung oleh rakyat atau wakil-wakil yang mereka pilih di bawah sistem pemilihan bebas‟. Dalam kaitan ini demokrasi adalah suatu sistem di mana warga negara bebas mengambil keputusan melalui kekuasaan mayoritas. Dari pendefinisian yang demikian bisa dilihat adanya implikasi antara lain terhadap: (a) cara pengangkatan kepala negara atau semua jajaran pejabat lembaga pemerintahan, (b) cara pengambilan keputusan tentang suatu perundang-undangan atau peraturan pemerintah.
Kebebasan dan demokrasi sering dipakai secara timbal balik, tetapi keduanya tidak sama. Demokrasi sesungguhnya adalah seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan, tetapi juga menyangkut seperangkat praktek dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah yang panjang. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa demokrasi adalah „pelembagaan‟ dari kebebasan. Oleh karena itu wajar kalau dalam perkembangan wacana demokrasi ini terkait dengan persoalan kebebasan, misalnya saja hak asasi manusia, persamaan di depan hukum, dan toleransi. Karena di dalam contoh-contoh tersebut terkandung makna kebebasan warga negara.
Sekalipun ada pemilikan kemutlakan dan kedaulatan yang berbeda antara Islam dan demokrasi, tidak berarti dengan sendirinya Islam tidak kompatibel dengan demokrasi. Banyak persoalan yang harus diurai lebih jauh mengenai kompatibilitas dan tidak kompatibelnya Islam dengan demokrasi. Tetapi, penjajaran Islam dengan demokrasi secara serta merta adalah merupakan cara pandang yang salah dan jelas keliru. Karena Islam merupakan seperangkat ketentuan dan aturan yang terkait dengan otoritas Allah Swt., secara mutlak. Menurut Hasbi Ash-Shiddieqy, orang yang menyatakan bahwa antara Islam dan demokrasi terdapat segi-segi persamaan, itu hanyalah berarti menerangkan sebagian dari hakekatnya; karena hakekat yang sempurna ialah, antara Islam dan demokrasi ada perbedaan. Bahkan menurutnya yang lebih tepat ialah ada hal-hal yang bersesuaian, tetapi banyak hal-hal yang tidak bersesuaian. Seperti juga yang diakui oleh Bassam Tibbi, ia sependapat dengan yang dikemukakan oleh Hamid Enayat: “Jika Islam sampai pada konflik dengan postulat-postulat demokrasi tertentu, itu adalah karena karakter umumnya sebagai sebuah agama…melibatkan banyak asksioma yang suci”. Sementara demokrasi bersandar pada otoritas manusia, dan lebih menyangkut masalah prosedural. Meskipun diakui, dalam perkembangannya pemahaman terhadap demokrasi menjadi semakin kompleks, seperti misalnya hak-hak minoritas, jaminan hak-hak asasi manusia, pemilihan yang bebas dan jujur, persamaan di depan hukum, proses hukum yang wajar, pembatasan pemerintah secara konstitusional, menghargai pluralisme, toleransi, kerjasama dan mufakat.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Naturalisasi pemain TIMNAS Indonesia

salah satu pemain Naturalisasi di TIMNAS Indonesia
Salah satu pemain Naturalisasi di TIMNAS Indonesia Bangsa kita ini memang terkesan maunya cepet-cepet menyelesaikan masalah tanpa memandang dampak dari tindakan yang di lakukan terhadap moral dan kelanjutan dari masalah tersebut. 
Sebut saja masalah naturalisasi dalam persepakbolaan kita. Selama ini mungkin ditelinga kita yang terdengar hanyalah naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI terhadap pemain asing yang berlaga di Indonesia. Apakah naturalisasi itu? Naturalisasi adalah Suatu proses, cara atau perbuatan mewarganegarakan seseorang. Adapun syarat-syarat, ketentuan, dan prosedur yang harus dilakuakan apabila seseorang WNA ingin menjadi seseorang Warga Negara Indonesia yang sah dan diakui secara hukum. Tetapi hal tersebut tidak mutlak, ada asas Kepentingan Nasional yang dapat dilakukan pemerintah kepada WNA untuk dijadikan sebagai WNI dengan syarat keturunan darah asli Warga Negara Indonesia yang bertujuan untuk kepentingan Nasional dan tujuan cita-cita Bangsa Indonesia tanpa harus memenuhi prosedur naturalisasi yang telah ditentukan. Seperti halnya naturalisasi terhadap Irfan Bachdim, salah satu pemain Naturalisasi TIMNAS yang memiliki kewarganegaraan ganda Belanda-Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang bertujuan agar dapat memperkuat TIMNAS Indonesia dan memajukan sepak bola dalam negeri. Pemerintah Indonesia menyatakan keinginannya untuk menaturalisasi pemain-pemain Belanda keturunan Indonesia agar dapat memperkuat timnas dan memajukan sepak bola dalam negeri. Hal ini membuat kemudahan bagi para pemain sepakbola yang memiliki keturunan Belanda-Indonesia untuk menjadi WNI serta memuluskan jalan pemain-pemain keturunan tersebut untuk langsung dinaturalisasi tanpa harus memenuhi persyaratan masa tinggal. 
Tapi jika sistem naturalisasi adalah sebagai salah satu kerja keras mungkin kita selanjutnya akan melihat seperti apa buruknya dari dampak tersebut yang akan terjadi di kemudian hari. Pertama masalah moral. Kedua masalah pembibitan yang terhenti karena negara kita sepertinya hanya akan kena candunya sementara potensi-potensi dari 200 juta jiwa penduduk kita dibiarkan tanpa ada tindakan nyata. Ketiga rasa percaya diri yang dimana sangat jelas sekali bahwa negara kita belum yakin sepenuhnya kepada kekuatan sendiri. Nampak jelas negara atau orang-orang atas lebih percaya kepada segala sesuatu yang berbau luar negeri. sekalipun di indonesia terdapat sepuluh orang ronaldo, belum tentu negara kita menemukan dimana orang yang bertalenta seperti itu berada, karena yaitu tadi negara kita itu tak mau repot-repot mencari ronaldo yang tersembunyi yang mungkin adanya di pegunungan atau di lembah-lembah. 
Proses Naturalisasi ini terutama terhadap pemain TIMNAS Indonesia merupakan sikap putus asa dan kegagalan dalam program pembinaan atau regenerasi pemain asli Indonesia. Hal ini juga menunjukkan kegagalan sistem kompetisi sepakbola tanah air yang kurang bisa menciptakan pemain berbakat. Selain adanya Naturalisasi dianggap sama halnya jalan pintas untuk mencari prestasi, namun mengesampingkan proses pemajuan sepakbola.

Rabu, 09 Oktober 2013

KASUS SYIAH DI SAMPANG

Kronologis kasus kekerasan atas warga Syiah di Sampang, Madura. Pada sekitar pukul 6.30 WIB, sejumlah anak-anak warga syiah dengan didampingi orang tuanya akan pergi keluar desa dengan tujuan ke beberapa tempat. Di antara ada yang akan bersilaturahmi ke keluarga yang ada di luar Omben, dan beberapa yang lain akan berangkat ke luar kota untuk masuk sekolah dan pesantren mengingat libur lebaran sudah usai. Ketika rombongan anak-anak warga syiah dan orang tuanya, hendak menaikki dua buah mobil sewaan, puluhan lelaki dewasa dari warga non Syiah, dengan membawa senjata tajam mendatangi mereka dan melarang mereka meninggalkan desa. Bahkan mobil yang akan mereka tumpangi diancam akan dibakar dan mereka di paksa pulang ke rumah masing-masing. Mereka brusaha melawan. namun, akhirnya warga syiah kembali ke rumah mereka masing-masing Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan warga non syiah yang mengancam akan menyerang warga syiah. Dan tersiar kabar bahwa mereka akan menyerang dan membakar semua rumah warga syiah, bagi yang melawan akan dibunuh. Dan serangan akan dimulai dari rumah Ustad Tajul Muluk, yang saat itu ditempati oleh ibu, istri, dan 5 orang anak-anaknya. Pada sekitar pukul 9.30 WIB, sekitar 20-an orang lelaki dewasa dari warga syiah berkumpul di rumah Ust. Tajul bersiap untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang tinggal di rumah itu dari serangan warga non syiah.
Pada sekitar pukul 10.30, warga non syiah bergerak mengepung rumah Ust. Tajul. Tidak berselang lama terjadilah perang mulut di antara mereka yang dilanjutkan dengan saling lempar batu. Saat kondisi sedang memanas, salah satu warga syiah, Moch Chosim (50), yang biasa dipanggil Pak Hamama berusaha menenangkan massa. Lelaki tua ini maju ke tengah-tengah massa non syiah yang akan menyerang mereka namun maksud baiknya justru memicu amarah massa. 
Massa semakin beringas. Ratusan massa beramai-ramai melempari rumah Tajul dengan batu. Semua orang yang berada dalam rumah itu terkena lemparan batu. Akhirnya keluarga Ust. Tajul dan warga syiah yang terkepung itu tidak lagi melawan dan membawa kerabat mereka yang luka-luka dan meninggal ke Gedung SD Karang Gayam yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah itu. 
Beberapa perwakilan dari Warga Syiah telah melaporkan situasi ini ke beberapa petugas Polisi. Setelah massa non syiah membakar rumah yang didiami istri, ibu, dan anak-anak Ust., Tajul, sekitar pukul 11.30 WIB massa mulai bergerak membakar satu demi satu rumah warga syiah. Pada sekitar pukul 12.00 WIB, puluhan petugas polisi datang ke lokasi dan memberikan pertolongan kepada sejumlah warga syiah yang terluka. Akan tetapi jumlah polisi sangat tidak memadai untuk mencegah dan melarang massa melakukan pembakaran rumah-rumah warga syiah. 
Sampai dengan maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB, jumlah rumah yang dibakar berjumlah setidaknya 60 unit bangunan milik warga syiah. Aparat kepolisian tidak berdaya mencegah hal ini terjadi. Pada sekitar setelah maghrib, yaitu pukul 18.30 WIB sejumlah warga syiah dievakuasi oleh pihak kepolisian di Gedung Olahraga Sampang. Sedang ratusan warga syiah yang lain berlari bersembunyi ke hutan dan persawahan yang berada di sekitar rumah mereka. Total data warga syiah yang dievakuasi ke Gor Sampang adalah 51 orang laki-laki dewasa dan 56 orang perempuan dewasa. 
Negara kita adalah negara kesatuan. Beberapa sebelumnya kita dengar masih ada ketegangan dan konflik yang terjadi. belum lama saudara dari Madura, ada sebuah konflik benturan intra agama, sesama umat Islam yang ada di Madura Kasus ini sangat memalukan dan membuat nama bangsa indonesia tercoreng. Padahal, selama ini warga Indonesia dikenal dengan perilakunya yang baik. Bahkan, di Madura khususnya Sampang, banyak warga Nahdlatul Ulama. NU mengajarkan prinsip-prinsip tasamuh dan tidak ada ajaran mengusir. Masalah pengusiran paksa warga Syiah ini menjadi citra yang buruk bagi warga di Indonesia terutama muslim. Terlebih lagi, jika sampai didengar sampai di luar negeri, tentunya akan menjadikan bangsa indonesia menjadi bangsa yang kurang toleransi terhadap perbedaan aliran. Tidak hanya itu kemungkinan juga negara-negara luar lainnya tidak akan membiarkan warga negaraya pergi ke indonesia, mereka takut akan terjadi hal yang sama terhadap warga negara mereka, dan itu membuat kas negara menjadi berkurang.

Kamis, 03 Oktober 2013

Kisah Sukses Timnas U-19

Kisah Sukses Timnas U-19

Perjalanan tim nasional Indonesia U-19 menempuh final Piala AFF U-19 2013 bukanlah tanpa aral melintang. Pasang surut mental pemain menjadi pekerjaan berat yang harus diatasi tim pelatih. Evan Dimas dan kawan-kawan memang memulai langkah dengan meyakinkan. Mereka sukses menghajar Brunei Darussalam dengan skor telak lima gol tanpa balas pada laga perdana Grup B. Tiga poin pun kembali diraih ketika melawan Myanmar pada laga kedua. Kemenangan 2-1 atas Myanmar membawa Indonesia ke puncak klasemen. Namun, dua kemenangan beruntun itu tak berlanjut. Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam dengan kekalahan tipis 1-2. Kekalahan yang membuat mental pemain menurun hingga akhirnya harus menjalani hidup mati melawan Malaysia pada laga pamungkas, meskipun ebih dulu mengantongi kemenangan 3-1 atas Thailand. "Selain hal teknis, kerja berat yang harus dilakukan tim pelatih adalah menjaga dan membangkitkan mental pemain," kata Indra ketika berbincang dengan Republika di The Sun Hotel, Sidoarjo. Melawan Malaysia di Gelora Delta Sidoarjo, 18 September, para suporter timnas sempat dibuat ketar-ketir. Evan Dimas cs tak mampu menunjukkan performa terbaiknya pada babak pertama lantaran kalah mental. Alhasil, Malaysia pun memimpin babak pertama dengan skor tipis 1-0 lewat gol Muhammad Jafri pada menit ke-19. Namun jalannya babak kedua berubah. Indonesia tampil trengginas dan mendominasi permainan. Skuat Garuda Jaya bahkan bisa memetik kemenangan besar andai saja sejumlah peluang emas bisa dimaksimalkan. Tetapi, gol penyeimbang Ilham Udin pada menit ke-53 sudah cukup membawa Indonesia ke semifinal. Indra Sjafri membeberkan salah satu kunci keberhasilan timnya adalah dengan memberikan terapi kejut melalui kalimat-kalimat pelecut motivasi kepada pemain. Hal itu terbukti ampuh pada laga melawan Malaysia dan Timor Leste. "Saat melawan Malaysia, di ruang ganti pemain saya memotivasi pemain dengan menyentuh hati mereka ketika kami tertinggal 0-1," ujar Indra. "Kalian harus membahagikan orang tua kalian. Jangan membuat mereka menangis. Kalahkan Malaysia". Demikian Indra berpesan kepada anak-anak asuhnya kala itu. "Setelah mendengar ucapan itu mereka sontak berteriak seperti macan. Hasilnya, kita bisa lihat sendiri. Anak-anak tak memberi ampun kepada Malaysia . Untung saja Malaysia masih diselamatkan Tuhan karena kami hanya mampu mencetak satu gol di babak kedua," ungkapnya. Terapi kejut itu juga yang sukses membuat mental Evan Dimas cs begitu kuat ketika melawan Timor Leste. Indra kembali menyuntikkan motivasi sebelum pertandingan. "Kalimat saya kali ini adalah berpesan kepada pemain bahwa mereka bisa mensejahterakan orang tua apabila bisa menembus final dan menjadi juara," Indra membeberkan. Hasilnya pun sangat impresif. Melawan Timor Leste, Indonesia tampil dominan sepanjang pertandingan. Skuat Garuda Jaya memetik kemenangan dua gol tanpa balas lewat gol Ilham Udin dan Muhammad Hargianto. Saya menaruh simpati besar terhadap Timnas Indonesia U-19 kali ini. Timnas muda ini memang memberikan penampilan permainan yang lebih menarik ketimbang Timnas lainnya. Malam itu anak asuh Indra Sjafrie ini akan berlaga di Final Piala AFF U-19. Tak lupa memberikan dukungan doa untuk Timnas ini agar bisa juara, gelar yang tak pernah diberinya untuk Timnas Indonesia. Melawan Vietnam yang tidak pernah kalah selama gelaran piala AFF ini memang berat. Hal itu begitu terasa kala dikalahkan 2-1 dipenyisihan grup. Tim Vietnam saat ini adalah tim yang sudah bersama selama enam tahun dan berlatih di Akademinya Arsenal. Merekapun sudah melakukan latihan meliter selama satu bulan, dengan demikian mental pemainpun sudah terbentuk kuat. Maka tidaklah heran, pelatih Vietnam begitu optimis bisa menjuarai Piala AFF kali ini, dan berjanji main habis-habisan untuk menghabisi Indonesia. Namun, Timnas Indonesia juga tak kalah semangatnya. Dengan semangat ‘45 skuad garuda yakin akan membuat revans lawan Vietnam di Final. Skuad garudapun sudah tahu apa yang akan dilakukan. Karena, ketika Indra sjafrie bertanya kepada timnya, siapa pemain yang berbahaya di tim Vietnam? pemainnya menjawab: “pemain yang bergerak tanpa bola!” dan hal itu di-amini oleh Indra Sjafrie. Oleh karenanya dia percaya dengan dukungan dan doa seluruh publik Sepakbola Indonesia, kita bisa meraih juara kali ini! Kalo kita juara, maka tidak ada salahnya Timnas Indonesia U-19 ini gantikan Timnas Senior. Iya kan ?