![]() |
| pendidikan yang memperihatinkan |
Otonomi
Daerah pasti sudah diterapkan di setiap daerah, tidak ketinggalan juga di
daerah Sidoarjo. Sidoarjo merupakan kabupaten yang
mewakili provinsi Jawa Timur menjadi percobaan otonomi daerah pada tahun 1995
selalu mencoba meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketika
Kabupaten Sidoarjo ditunjuk mewakili Propinsi Jawa Timur dalam melakukan uji
coba pelaksanaan Otonomi Daerah, sejak itu pulalah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
berupaya untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya pelayanan
dimaksud antara lain adalah memberikan pelayanan perijinan yang mudah, biaya
yang transparan, ketepatan waktu penyelesaian perijinan dan lain-lain. bukan dalam hal pelayann di bidang perijinan
saja pemerintak kabupaten sidoarjo juga melakukan peningkatan di bidang
pendidikan.
Sejak diberlakukan pada
tahun 2001 pemerintah provinsi Sidoarjo setidaknya sudah meningkatkan layanan
internet bagi siwa-siswa di Sidoarjo. Walaupun dulu belum sempurna tapi layanan
tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa baik SD, SMP, maupun SMA.
Dalam anggaran
pendidikan, memang sekolahan-sekolahan negeri di kabupaten ini belum sepenuhnya
gratis karena belum tercapainya anggaran yang ideal sekitar 20 persen dai
anggaran pendapatan dan pembelanjaan daerah untuk anggaran pendidikan di
kabupaten Sidoarjo ini. Meskipun demikian antusias pemerintah daerah sangatlah
tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaen Sidoarjo. Dalam hal
ini, yang menjadi perhatian utama pemerintahan daerah adalah prasarana bangunan
sekolah-sekolah di kabupaten Sidoarjo.
Bagi siswa-siswa yang
kurang mampu sekolah-sekolah dikabupaten Sidoarjo menerapkan BOS (bantuan
operasional sekolah) atau BKM (bantuan keluarga miskin) serta penyilangan
biaya. Yang dimaksud penyilangan biaya adalah keluarga yang mampu atau menengah
keatas membayar biaya pendidikan lebih mahal. Memang dalam hal ini siswa tidak
sepenuhnya bebas biaya pendidikan, hanya mendapat keringanan biaya SPP dan uang
gedung dengan hanya membayar SPP dan uang gedung setengah dari yang seharusnya
mereka bayar. Tentunya hal ini sangat membantu bagi masyarakat daerah yang
kurang mampu. Walau tetap mengeluarkan biaya untuk pendidikan anak-anak mereka
setidaknya beban mereka menjadi sedikit lebih ringan dengan membayar hanya
seperuh dari biaya yang seharusnya mereka keluarkan untuk biaya pendidikan anak
mereka.







like
BalasHapus