Civil society merupakan suatu alternatif
kehidupan bermasyarakat yang paling beradab, karena semua manusia adalah
sama, baik di dalam nilai, hak dan kewajibannya. Salah satu ide penting yang melekat dalam konsep civil society adalah
keinginan memperbaiki kualitas hubungan antara masyarakat dengan institusi
sosial yang berada pada: sektor publik (pemerintah dan partai politik), sektor
swasta (pelaku bisnis) dan sektor sukarela (lembaga swadaya masyarakat,
organisasi keagamaan dan kelompok profesional). Berkiatan dengan upaya
penguatan civil society di negeri ini, umat Islam Indonesia sebagai mayoritas
menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan, dalam arti bahwa upaya penguatan
civil society di Indonesia tidak bisa mengabaikan umat Islam. Bahkan, dalam
beberapa hal tertentu bisa dikatakan bahwa keberadaan umat Islam merupakan
basis bagi perubahan sosial-politik di Indonesia. Mereka memiliki potensi yang
sangat besar dalam menentukan format dan kehidupan politik Indonesia.
Rabu, 25 Desember 2013
civil society
12/25/2013 07:07:00 AM
No comments
Nilai
penting yang melekat dalam civil society adalah partisipasi politik atau peran
masyarakat sangat diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan publik atau
masyarakat dapat mewarnai keputusan publik. Kata kunci untuk memahami konsep
civil society adalah adanya kesadaran bahwa masyarakat merupakan mitra
pemerintah dalam proses pembangunan, adanya wacana rasional yang berpotensi
untuk mempertanyakan pertanggungjawaban negara. Di samping itu juga tersedianya
ruang publik sehingga masyarakat dapat secara leluasa mengekspresikan pendapat
mereka. Perkenalan Indonesia dengan civil society adalah sebuah proses yang
panjang. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia ada dua organisasi keagamaan
besar, yaitu Muhammadiyah dan NU, yang lahir sejak masa pra-kemerdekaan. Dan,
sejak Indonesia merdeka atau orde lama, dua organisasi tersebut selalu menjadi
kekuatan menjembatani antara kepentingan rakyat dan pemerintah.
Peran
umat islam dalam mewujudkan masyarakat madani yang paling terlihat terjadi pada
masa Abbassiyah. Pada masa itu umat Islam menunjukkan kemajuan di bidang
kehidupan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, militer, ekonomi, politik dan
kemajuan bidang-bidang lainnya. Umat Islam menjadi kelompok umat terdepan dan
terunggul. Nama-nama ilmuwan besar dunia lahir pada masa itu, seperti Ibnu
Sina, Ubnu Rusyd, Imam al-Ghazali, al-Farabi, dan yang lain. Posisi dan peran
umat islam Indonesia dalam masyarakat madani adalah sebagai pengembangan
masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan, Sebagai
kontrol terhadap Negara
Dalam perspektif islam, Cara
mewujudkan masyarakat madani adalah a) Membangkitkan semangat islam melalui
pemikiran islamisasi ilmu pengetahuan, islamisasi kelembagaan ekonomi melalui
lembaga ekonomi dan perbankan syariah dan lain-lain. b) Kesadaran untuk maju
dan selalu bersikap konsisten terhadap moral atau akhlak islami. c) Menegakkan
hukum islam dan ditegakkannya keadilan dengan disertai komitmen yang tinggi. d)
Ketulusan ikatan jiwa, sikap yang yakin kepada adanya tujuan hidup yang lebih
tinggi daripada pengalaman hidup sehari-hari di dunia ini e) Adanya pengawasan
sosial. f) Menegakkan nilai-nilai hubungan sosial yang luhur dan prinsip demokrasi
(musyawarah).






0 komentar:
Posting Komentar