M. Zamzami lahir di pulau Jawa 27 Mei 1994, Zamzami sendiri
merupakan anak ketiga dari pasangan Abd
Hadi dan Nur Syifa’. Ia
dilahirkan di rumah sakit di Sidoarjo, ia tinggal di sebuah desa di Sidoarjo
perbatasan dengan kota Pasuruan. Walaupun bernama desa namun masih terasa
seperti kota walaupun jauh dari pusat kota. Karena harga makanan di sana hamper
seperti di kota.
Nama M. Zamzami
merupakan nama pemberian dari kedua orang tuanya. Nama tersebut diambil dari
sebuah nama mata air di kota suci Makkah. Dikarenakan pada saat itu juga sedang
ada pemulangan jamaah haji dari Makkah, maka orang tuanya member nama Zamzam di
tambah huruf “I”.
Zamzami kecil bersekolah di sebuah madrasah di desanya,
sekolah itu bernama Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul ulama’ disekolah itu ia
memulai dari kelas 1 hingga kelas 6, hal yang paling menyedihkan ketika di
sekolah itu adalah ketika kepala sekolahnya meninggal, ketika itu ia sedang
duduk di bangku kelas 6. Kemudian ia melanjutkan ke tingkat lebih lanjut di
sekolah menengah pertama (SMP) yang bernama SMP Avisena, masih di desanya
sendiri, setelah dari SMP ia mulai bingung apakah akan melanjutkan ke sekolah
Negri atau tetap di desanya dikarenakan di desanya hanya ada sekolah negri
yaitu SMK, setelah meminta saran ke kakak - kakaknya ia memutuskan untuk
sekolah di luar kota tepatnya di kota Jombang sekoalah yang ia masuki adalah
MAN Tambakberas disana ia tinggal di sebuah pondok pesantren, disamping mencari
ilmu umum ia juga mencari ilmu agama.
Seperti halnya para remaja ia juga suka begadang sambil minum kopi.
Setelah masa SMA telah selesai ia kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi,
seperti halnya akan ke SMA ia juga bingung ketika akan melanjutkan studinya, ia
mengikuti berbagai seleksi masuk perguruan tinggi negeri dari SNMPTN, SBMPTN
dan juga SPMB-PTAIN namun ia di terima melalui jalur SPMB-PTAIN di IAIN Sunan
Ampel Surabaya yang sekarang berganti nama UIN Sunan Ampel, ia masuk jurusan
PGMI.
Selain sebagai mahasiswa ia juga
seorang penulis artikel berikut ini beberapa judul artikel yang ia buat selama
menjadi mahasiswa semester satu di UIN Sunan Ampel tentang ”Perjalanan tim
nasional Indonesia U-19, kasus syiah di sampang, naturalisasi pemain timnas,
demokrasi dan islam, sidoarjo menuju pendidikan yang lebih baik, ham di papua, foto
copy E-KTP dilarang, dan yang baru saja selesai tentang civil society”.
Rencana pada semester depan ia tidak
akan hanya membuat artikel namun juga sebuah cerpen dan bisa juga ia
melanjutkan untuk membuat novel. Rencana tersebut di lakukannya sebagai sebuah
hobi bagi seorang penulis walaupun ia tak seterkenal Andrea Hirata namun ia
akan tetap menulis seperti dirinya sendiri..






0 komentar:
Posting Komentar